Blog personal berbagi informasi menarik

Manfaat Psikologi saat berpuasa



Bulan Ramadhan atau juga dikenal dengan Bulan puasa adalah bulan yang paling dinanti nanti oleh umat islam khususnya, karena di Bulan Ramadhan amal ibadah akan bernilai lebih daripada bulan lainnya. Di Bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Bagi sebagian orang berpuaasa adalah kegiatan yang menyiksa dan melelahkan, padahal Puasa memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Berikut beberapa contoh manfaat dari Puasa bagi Psikologi manusia: 

Mendekatkan Diri Kepada Yang Maha Kuasa 



Jika ada yang bertanya hal apa yang terpenting dari puasa, itu adalah Niat. Jika di bulan Ramadhan maka niatnya adalah semata kepada yang maha kuasa Allah SWT. Saat berpuasa kita lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Hal seperti ini perlu dibangun pada sejak muda. Generasi Muda yang baik akan muncul ketika dekat dengan Tuhan. Apapun yang akan dilakukan nantinya akan berdasarkan pada niat karena Allah dan semata hanya untuknya. Tentunya pasti semua itu penuh dengan hal positif dan bermanfaat. 

Sikap Jujur dan Disiplin 



Mungkin di hari biasa kita dengan mudah berprilaku buruk yang disengaja ataupun tidak disengaja. Ketika berpuasa kita akan berlatih secara mental untuk mengendalikan diri kita. Seperti tidak berbohong, berprasangka buruk, dan berkata kotor. Jika tidak jujur, logikanya tidak ada yang melihat kita makan dan minum kecuali Allah. 

Bukan hanya itu, ketika berpuasa, kita akan melatih sikap disiplin. Tanpa kita sadari, akan banyak kegiatan yang kita lakukan dengan lebih tepat waktu. Seperti ketika bersahur, melakukan aktivitas sehari-hari, berbuka, ibadah malam dan sebagainya. 

Rasa Syukur 


Menyampaikan rasa syukur akan nikmat selama ini juga hadir begitu sajbahkan tanpa disengaja selama berpuasa. Seperti ketika berbuka puasa dan menikmati suasana Ramadhan. Kita akan merasakan bagaimana ketika menahan lapar dan haus dan betapa bersyukur dan menyenangkannya ketika sesampainya waktu berbuka. Senantiasa bersyukur akan menjadi pelajaran hidup untuk manusia di masa mendatang. Dari sinilah muncul rasa saling tolong menolong dan banyak hal positif dari kehidupan sosial lainnya. 

Bijaksana Dan Toleransi 


Di saat berpuasa akan ada banyak ujian yang akan kita hadapi seperti emosi, berprasangka buruk, orang lain yang makan atau minum di depan kita. Tapi di saat itulah kita akan belajar untuk lebih bijaksana dalam bertindak. Tenggang rasa dan memliki pandangan yang jernih. 

Mungkin kini kita tidak merasakannya, tapi sikap bijaksana, toleransi dan saling memaafkan akan menjadi ilmu paling berharga dalam kehidupan nantinya. Khususnya di Indonesia dengan berbagai keberagaman, kita mampu menilainya dengan lebih dewasa.
Share:

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Labels

Recent Posts