Blog personal berbagi informasi menarik

Sebelum menggunakan Mobil Matic, Pahami Kode di Perseneling ini dulu yuk!















Bagi pengguna mobil matic mungkin sudah biasa dengan kode – kode di perseneling, namun bagaimana dengan mereka yang baru mau menggunakan mobil matic atau bahkan yang baru mulai kepo dengan mobil matic. Atau mungkin pengguna mobil matic sendiri hanya bisa menggunakan mobilnya tanpa mengerti lebih jauh arti dari kode – kode yang ada di perseneling mobilnya.


Dengan begitu, mari kita pantau bersama kode – kode tersebut:












D (Drive) :


Pemilik dan pengguna mobil matic sudah pasti tau dengan kode ini. Duduk siap dan pindahkan tuas transmisi ke posisi D, maka computer di mesin mobil kamu secara otomatis akan mengatur perpindahan gigi sesuai kondisi dan menggunakan seluruh perbandingan yang ada.


Bila mobil Kamu adalah mobil dengan transmisi 4-speed maka seluruh perbandingan gigi akan digunakan sesuai kebutuhan. Begitu pula jika transmisi di mobil memiliki 5-speed atau lebih.












R (Reverse) :


Sesuai dengan namanya, kode ini digunakan oleh pengendara ketika mobil dijalankan mundur. Pastikan untuk selalu menginjak pedal rem sebelum memindahkan tuas ke posisi R. Angkat secara perlahan pedal rem sebelum Kamu memindahkan kaki kanan ke pedal gas agar mobil tidak langsung meluncur cepat dan bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain.












N (Neutral) :


Posisi transmisi ini digunakan ketika Kamu terjebak dalam kemacetan atau berhenti dalam waktu yang lama tanpa ada keinginan untuk meningggalkan kendaraan. Dalam posisi ini, putaran mesin dan transmisi tidak saling terkoneksi dan kopling tidak bergesekan sehingga suhu oli di transmisi tidak terus meningkat.












P (Park) :


Kondisi ini serupa dengan posisi N, namun diperuntukkan untuk mobil yang diparkir dengan posisi mesin dimatikan. Dalam posisi ini, transmisi akan dikunci sehingga mobil tidak bisa digerakkan sama sekali dan tak bisa didorong pula.












L/1 (Low) :


L/1 berfungsi sama persis seperti posisi gigi satu pada transmisi manual. Jadi bila ingin melaju dengan kecepatan rendah di jalan menanjak atau menurun yang curam tanpa terjadi perpindahan gigi, Kamu dapat memilih posisi perseneling ini.






S / 2 :


Bila 1 atau L hanya mengunci di posisi gigi satu saja, maka di perseneling 2 memberikan toleransi pada transmisi untuk bekerja pada perbandingan gigi 1 dan 2. Dengan kondisi seperti ini membuat pengguna mobil mendapat efek engine brake ketika melaju di jalan yang menurun dengan kecepatan sedang atau sekitar 40-60 km/jam.












O/D (Overdrive) :


Dengan menekan sebuah tombol di tuas transmisi, maka indikator O/D OFF di dasbor akan menyala. Hal ini menandakan bahwa transmisi bekerja tidak dengan seluruh perbandingan gigi yang ada. Pada mobil dengan 4-speed, transmisi bekerja hingga rasio gear ketiga saja. Dengan kata lain, fitur ini sangat berguna ketika pengguna mobil hendak menyalip kendaraan dengan kecepatan tinggi seperti di jalan tol.












kode plus-minus (+/-) :


Untuk mobil matic yang dilengkapi dengan fitur ini, berarti transmisi otomatisnya dapat digunakan layaknya transmisi manual.


Pengguna mobil dapat mengatur posisi gigi sesuai dengan yang diinginkannya, tapi tetap saja campur tangan komputer tetap ada seperti ketika menurunkan gigi agar tidak terjadi over rev. Selain di tuas, produsen mobil kerap mendesain tombol ini di area lingkar kemudi (paddleshift).












Shiftlock :


Fitur ini berguna ketika Kamu hendak memarkir mobil kalian dalam posisi parkir paralel. Kamu tinggal menekan shiftlock lalu memindahkan posisi tuas transmisi dari P ke N. Tapi, sebaiknya Kamu pastika lebih dahulu untuk lahan parkir dalam kondisi rata.












Sport mode :


Beberapa mobil premium disematkan mode ini untuk memberikan rasa berkendara yang gahar. Dalam mode ini, transmisi akan dipindahkan oleh komputer dengan putaran yang lebih tinggi daripada mode yang biasa. sehingga putaran mesin akan selalu terjaga dalam rentang kerja untuk mendapatkan kemampuan akselerasi pertengahan yang baik. Selain itu, efek dari engine brake pun lebih terasa karena transmisi kerap dipertahankan di posisi tertentu.













Eco mode :


Sebaliknya, berbeda dengan Sport mode, Eco mode digunakan untuk memperoleh efisiensi dalam hal konsumsi Bahan Bakar. Jadi, perpindahan gigi dilakukan pada putaran mesin serendah dan seminimal mungkin. Sebaiknya mode ini digunakan ketika Kamu sedang berkendara di jalan tol atau di jalan yang stabil.







Winter mode :

Winter mode mungkin tidak familiar di Indonesia namun di Negara 4 musim, Winter Mode memang sangat diperlukan. Supaya ban dapat memperoleh daya cengkeram yang kuat ketika melaju selama musim salju, maka komputer akan langsung menempatkan posisi gigi dua ketika start. Selain itu, perpindahan gigi pun ditransmisikan dengan halus pada putaran yang cukup rendah.
Share:

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Labels

Recent Posts