Blog personal berbagi informasi menarik

Pendidikan No 1 Di Dunia, Finlandia!






Pendidikan merupakan sebuah jalan yang paling mungkin untuk mewujudkan satu negara yang bisa maju. Karena melalui pendidikan banyak aspek akan bisa berkembang. Sebuah negara akan bisa membangun negaranya tanpa bantuan tenaga asing, bisa mengentaskan kemiskinan, bahkan bisa membantu negara lain dalam membangun negaranya. Sebagai contoh negara yang memiliki sistem pendidikan yang sangat memukau yaitu Finlandia





Pendidikan di Negara Finlandia menunjukkan hal-hal yang tak terduga apalagi setelah Indonesia berencana untuk menerapkan 'full day school'. Terungkap bahwa rahasia utama pendidikan di Finlandia yang salah satu di antaranya adalah anti-full day school.

Berawal dari viralnya sebuah video pendek yang mengungkap kisah perjalanan seorang Laki-laki berasal dari Amerika Serikat yang penasaran dengan pendidikan di Finlandia ketika mendadak jadi nomor satu di dunia mengalahkan Amerika. Laki-laki tersebut adalah Michael Francis Moore.

Laki-laki kelahhiran 23 April 1954 ini adalah seorang penulis buku dan sutradara film AS.
saat itu Michael berkesempatan membuat sebuah film untuk menjawab kenapa pendidikan di Finlandia bisa menjadi lebih baik dari Amerika bahkan melonjak meningkat jauh menjadi ranking 1 dunia.

Michael menemui pejabat yang berwenang dalam menentukan kebijakan pendidikan di Finlandia, mengumpulkan para guru serta mewawancarai para murid. Ternyata hasilnya di luar bayangan.

Fakta-fakta mengejutkan terpampang jelas pada video pendek tersebut berdasarkan hasil wawancara Michael Moore dengan berbagai pihak.

Sistem pendidikan Finlandia tidak mewajibkan murid-murid untuk setiap saat dan setiap hari untuk berkutat dengan soal latihan mata pelajaran di sekolah

Justru sebaliknya, para guru lebih menekankan kepada Murid untuk lebih banyak memiliki waktu luang untuk bermain bersama, bersosialisasi dengan teman-temannya, membaca buku serta mengeksplorasi semua minat serta bakatnya.

Anak usia dini di Finlandia setiap minggunya hanya diwajibkan belajar di sekolah selama 20 jam. Para Murid lebih banyak bermain di halaman sekolah, memanjat pohon kemudian bisa menemukan serangga, pengalaman tersebut dijadikan topik pembahasan dan diskusi di kelas dan dibawakan dengan cara yang menyenangkan.

Sementara itu para guru tak banyak memberikan pekerjaan rumah (PR) para murid menengah atas. Walaupun para guru memberikan PR kepada muridnya, PR tersebut bisa diselesaikan dalam rentang waktu hanya 10 – 20 menit saja. Sisanya mereka bisa bermain, berkumpul dengan teman dan melakukan aktivitas menyenangkan lainnya.

Seorang guru matematika saat diwawancarai oleh Michael mengatakan kalau para Murid harus berbahagia, tujuannya sederhana saja, agar para Murid bisa dengan mudah menerima dan memahami pelajaran.

Guru lainnya menyampaikan bahwa para Murid diminta untuk melakukan aktivitas yang disukai seperti menyanyi, olah raga, dan seni agar otak mereka berkembang dengan baik.

Soal-soal ujian di sana bahkan tak ada pilihan ganda dan semua Murid sebagian besar bisa dengan begitu mudah mengerjakan soal-soal yang diberikan. Sistem pendidikan Finlandia tidak melaksanakan ujian nasional dan tak ada sekolah favorit di sana.

Semua sekolah memiliki kualitas yang sama sehingga tak ada sekolah swasta, semua sekolah dikelola dan dipantau oleh pemerintah. Saat seseorang baru saja pindah rumah, tak ada yang bertanya,” yang mana sekolah unggulan atau favorit di sekitar sini?”. Sekolah yang berada di dekat rumah mereka itulah sekolah unggulan.








Di sekolah para Murid diberikan lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang disukai, ada menjahit, bengkel karya seperti membuat kerajinan kayu, membuat robot serta berbagai macam hal lainnya.

Pendidikan di Finlandia menerapkan sedikit waktu untuk pertemuan di dalam kelas yang berkutat dengan soal-soal atau materi yang memusingkan dan membuat para murid bosan.
Share:

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Labels

Recent Posts